Header Ads

Penyalahgunaan SKTM dapat Ditanggulangi!!!


Kebijakan penggunaan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) sebagai syarat  masuk SMA dan SMK sudah dilaksanakan dua tahun belakangan ini. Namun seiring berjalannya kebijakan ini terdapat pro dan kontra di kalangan masyarakat, karena banyak masyarakat yang menyalahgunakan kebijakan tersebut.

Seperti yang kita ketahui, SKTM hanya untuk masyarakat yang kurang mampu. Namun hal ini disalahgunakan oleh masyarakat mampu demi mempunyai SKTM agar bisa masuk sekolah favorit seperti di SMK Negeri 1 Bawang. Begitu besar pengaruh adanya SKTM sebagai syarat mendaftar sekolah, dimana siswa yang mempunyai SKTM lebih diprioritaskan setelah prioritas pertama yaitu anak guru dari sekolah yang bersangkutan.

Syarat penggunaan SKTM sebagai nilai plus PPDB yaitu harus diterbitkan atau diketahui oleh pihak kecamatan. Pengaruh dari diprioritaskannya siswa yang memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu ini dapat menggeser siswa pintar dan berprestasi, sehingga jika SKTM disalahgunakan akan  membawa dampak tidak baik bagi sekolah,  karena sekolah akan kehilangan calon siswa yang berkualitas. Mengingat siswa ber-SKTM tidak menjamin bahwa siswa tersebut pintar dan berprestasi.

Kebijakan ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu hanya calon siswa yg mempunyai SKTM dan mempunyai nilai UN 24,00 yang dapat menggunakan SKTM, jadi walaupun mempunyai Surat Keterangan Tidak Mampu,  tetapi nilainya dibawah 24,00 maka tidak berhak untuk mendapatkan prioritas. Namun untuk tahun ini, meski nilai Ujian Nasional siswa di bawah 24,00 sekalipun, mereka tetap diprioritaskan karena memiliki SKTM.

Dari hari kedua PPDB pada hari Selasa (3/7), pihak SMKN 1 Bawang sudah mengumumkan dan mensosialisasikan guna menyadarkan pendaftar untuk tidak menyalahgunakan SKTM dalam mendaftar di SMKN 1 bawang, sosialisasi dilakukan baik dengan cara  menempelkan peringatan di papan pengumuman,  di tempat-tempat strategis, maupun memasang banner berukuran besar guna menyadarkan calon pendaftar. Tidak hanya itu, wawancara dan surat pernyataan kepada pengguna SKTM juga dilaksanakan guna selanjutnya melaksanakan tahap pengecekan lebih lanjut. Dan apabila pengguna SKTM terbukti mampu, maka siswa akan dikeluarkan dari sekolah. (Syifahasta)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.