Header Ads

Duta Wisata Banjarnegara 2018 : Sosok Mumpuni Dalam Promosi Budaya Sendiri


Ristalia
Damai


Arifin
Sahrul
“Sosok yang dirasa mumpuni dalam mempromosikan pariwisata Banjarnegara adalah Duta Wisata Banjarnegara.”

Begitulah kutipan kata sambutan dari Bupati Banjarnegara, Bapak Budi Sarwono pada acara pembukaan Grand Final Pemilihan Kakang Mbekayu Duta Wisata Banjarnegara 2018 yang diwakilkan oleh Kepala Sekretaris Daerah Banjarnegara, Bapak Indarto, M.Si. Beliau juga yang memukul gong pembuka acara tepat pada pukul 20.51 WIB.

Disaat sebagian besar pemuda pemudi keluar rumah bersama kerabat atau pacar pada malam Minggu, berbeda dengan malam ini. Pada malam tanggal 14, ada sekitar 30 pemuda pemudi Banjarnegara yang berjuang untuk memperebutkan kejuaraan Kakang Mbekayu Duta Wisata Banjarnegara 2018. Malam yang sakral ini adalah puncak dari kontes yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara. “30 anak ini keseluruhan menjadi duta wisata kita yang akan bersama-sama pemerintah dan masyarakat terus mempromosikan besar-besaran Banjarnegara.” Seperti itu kata Bapak Dwi Suryanto, S.Sos M.Si selaku kepala Disbudpar Banjarnegara. Malam puncak yang diiringi musik oleh BSY Symfony ini digelar di Golden Ballroom Surya Yudha.

Pada awalnya, terdapat 69 pemuda pemudi kisaran 16 sampai 24 tahun yang mengikuti kontes ini. Mereka telah melalui tujuh Minggu mereka untuk bersaing sehat dalam tahap penyisihan awal sampai final ini. Tahap penyisihan awal yang dilakukan berupa audisi dan reportase. “Pada waktu audisi itu tidak ada yang sulit. Hanya saja untuk pemilihan enam besar ini saya kurang beruntung, tetapi saya tetap bersyukur apa yang telah Tuhan beri.” Jelas Damai Firmansyah, salah satu dari 69 peserta kontes akbar ini.

Hingga tersaring 30 besar yang kemudian mendapat pembekalan materi Public Speaking dan video reportase. “Walaupun tidak secara masif, tapi kita melakukan pembekalan kepada seluruh peserta yang masuk 30 besar, antara lain Public Speaking, kemudian pembekalan untuk membuat video, kemudian dia (finalis, re) juga diajak untuk mengenal lingkungan dan mengerti potensi yang ada di Banjarnegara.” Jelas bapak Suryanto. “Dari segi kualitas mudah-mudahan ada, tapi dari sisi kuantitas memang kami (disbudpar, re) mengurangi angka yang masuk Grand Final, tahun kemarin 70 yang masuk.” Lanjutnya.

Mereka telah menjalani sesi pemotretan di Taman Rekreasi dan Margasatwa Serulingmas Banjarnegara, dengan ular dan batik sebagai temanya. Dibalik tema itu, kata beliau, ular mengandung arti, adanya hal yang baru di Serulingmas, yaitu Reptil. Kemudian batik itu salah satu unggulan UMKM di Banjarnegara, disamping unggulan-unggulan lainnya. Sedangkan tempat ini dipilih untuk mempromosikan Serulingmas juga, karena itu aset kita.

Untuk pariwisata itu sendiri, Trend pariwisata Banjarnegara juga naik dan meningkat cukup luar biasa. Menurut bapak Suryanto, sejak tahun 2015 hingga 2017 ada sekitar 1.585.000 orang yang berkunjung ke Banjarnegara, hal tersebut telah berimbas kepada angka pendapatan yang dikelola pemerintah yang tembus 8,3 Milyar Rupiah. “Artinya ini potensi luar biasa yang harus didukung semua pihak.” Lanjutnya.

Tak tertinggal juga, para calon pemuda pemudi sukses Skansanesia pun ikut ambil bagian dari 30 besar. Mereka adalah Damai Firmansyah, Sahrul Rizqi Ramadhani, Arifin Fajar Primadani, dan juga Ristalia Dwi Safitri. Sebenarnya ada satu lagi, pemudi Tata Busana yang kerap disapa Anggun juga mengikuti kontes akbar tahunan ini, namun tidak mewakili Skansanesia, melainkan Arung Jeram Banjarnegara (kategori umum). Menurut Damai, Skansa harus mengadakan ekstrakurikuler Kakang Mbekayu untuk bisa mengembangkan potensi-potensi yang ada.

Gelaran yang juga diselenggarakan oleh Ikatan Kakang Mbekayu Banjarnegara ini telah mencapai puncaknya. Tepat pukul 23.30 WIB menjelang tanggal 15, dimulai pengumuman kejuaraan Kakang Mbekayu Duta Wisata Banjarnegara 2018. Pembacaan diawali dari juara atribut berupa Duta Persahabatan, Duta Intelegensia, dan Duta Favorit. Kemudian ke juara harapan tiga, dua, satu. Dan diakhiri dengan pembacaan juara tiga dan satu Duta Wisata Banjarnegara 2018.

Bangganya, Arifin, salah satu dari empat perwakilan Skansanesia dalam ajang ini mendapatkan hasil yang memuaskan dengan menyabet tropi juara harapan tiga Duta Wisata Banjarnegara 2018. “Alhamdulillah, buat saya yang masih pemula sudah pencapaian yang menurut saya terbaik dan juga menurut Allah SWT yang terbaik.” Begitu jelas pemuda berusia 16 tahun itu. “Intinya bagaimana caranya kita menjadikan ini sebagai motivasi ke depannya lebih baik lagi dan semakin mengembangkan diri lagi.” Lanjutnya.



Surya (kiri), Uji (kanan)
Dan pada akhirnya, ribuan pasang mata yang hadir harus menjadi saksi akbar saat Surya Febrian (Mahasiswa IAIN Purwokerto, yang juga alumni SMK N 1 Bawang tahun 2013) dan Uji Minanti (Pelajar SMK N 2 Bawang) terpilih secara resmi menjadi juara satu Kakang dan Mbekayu Duta Wisata Banjarnegara 2018. “Mereka tidak hanya sekadar Kakang dan Mbekayu Banjarnegara. Tapi diharapkan menjadi agen-agen pariwisata Banjarnegara atau Duta Pariwisata Banjarnegara.” Ucap kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang telah berpendidikan S2 itu. (Dion)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.